
Bisa, bahkan bisa meningkatkan fungsi kognitif.
Namun, masih banyak mispersepsi…
Jika tujuan utama adalah menurunkan berat badan, intinya tetap sama, yaitu
Kalori masuk vs kalori keluar.
Tidak ada diet khusus yang memberikan hasil cepat atau ajaib.
Apa itu Intermittent Fasting dan bagaimana cara kerjanya?
Intermittent fasting (IF) adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa untuk mengurangi asupan kalori.
IF membantu menurunkan berat badan dengan membatasi waktu makan, sehingga asupan kalori berkurang.
Selain itu, IF memicu ketosis, yaitu kondisi tubuh membakar lemak karena rendahnya cadangan karbohidrat.
Saat berpuasa, tubuh menghabiskan cadangan glikogen (karbohidrat) dan mulai membakar lemak sebagai sumber energi.
Proses ini menghasilkan keton, bahan bakar yang efisien untuk otak dan tubuh.
Saat berpuasa, tubuh menghabiskan cadangan glikogen dan mulai membakar lemak, yang memicu ketosis.
Proses ini juga meningkatkan sensitivitas insulin, membantu sel menggunakan glukosa dengan lebih efisien.
Selain itu, IF memicu autofagi, proses di mana tubuh membersihkan sel-sel rusak dan mendaur ulang protein.
Secara keseluruhan, IF mendukung perbaikan sel, mengurangi peradangan, dan melindungi tubuh dari stres oksidatif. Inilah mekanisme-mekanisme yang dapat memperlambat proses penuaan, bahkan membalikkan penuaan.
Bagaimana cara memulai IF?
Pilih Jadwal Puasa yang Sesuai
Metode 16/8
Berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam (contoh, pukul 12.00 – 20.00). Metode ini populer karena biasanya melibatkan puasa semalam, sehingga lebih mudah dilakukan.
Diet 5:2
Makan seperti biasa selama lima hari, lalu batasi asupan kalori hingga 500-600 kalori pada dua hari tidak berurutan. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam merencanakan makanan.
Alternate Day Fasting
Berpuasa setiap dua hari sekali dengan konsumsi kalori sangat rendah (sekitar 500 kalori) pada hari puasa. Metode ini lebih menantang tetapi dapat memberikan manfaat signifikan bagi beberapa orang.
Jika Anda pemula, cobalah puasa yang lebih pendek (misalnya, 12 jam) dan tingkatkan durasinya secara perlahan. Cara ini membantu tubuh beradaptasi tanpa tekanan berlebih.
Tips Selama Melakukan IF
Pilih Makanan Bernutrisi Tinggi
Saat jendela makan, utamakan makanan tinggi serat dan protein untuk membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Sertakan banyak sayuran, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan biji-bijian utuh.
Tetap Terhidrasi
Minum banyak air sepanjang hari, terutama selama periode puasa. Dehidrasi dapat meningkatkan rasa lapar, jadi pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi.
Rencanakan Menu Anda
Siapkan makanan sebelumnya agar Anda memiliki pilihan sehat selama jendela makan. Ini mencegah godaan untuk memilih makanan tidak sehat secara impulsif.
Dengarkan Tubuh Anda
Perhatikan sinyal rasa lapar dan sesuaikan pola makan jika diperlukan. Jika merasa sangat lapar saat puasa, evaluasi komposisi makanan Anda atau pertimbangkan apakah tubuh Anda belum terbiasa dengan pola ini.
Hal yang perlu diperhatikan selama menerapkan IF
Pantau Kesehatan Mental Anda
Jika merasa stres atau cemas karena pembatasan makanan, pertimbangkan untuk mengevaluasi ulang metode yang digunakan.
Hindari Perfeksionisme
Ingat bahwa IF tidak menuntut kesempurnaan. Tidak masalah apabila sesekali melanggar jadwal puasa, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Fokuslah untuk kembali ke pola yang sehat.
Konsultasikan dengan Ahli Kesehatan
Sebelum memulai IF, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan metode ini aman bagi Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat.
Sesuaikan dengan Kebutuhan
Anda
Pahami bahwa IF bukan metode yang cocok untuk semua orang. Respons tubuh terhadap puasa bisa berbeda-beda. Jika suatu metode tidak cocok, cobalah menyesuaikan pola puasa yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.
Save and Share ke Temanmu yang Ingin Turun Berat Badan!
Bagaimana cara memulai IF?
Pilih Jadwal Puasa yang Sesuai
Metode 16/8
Berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam (contoh, pukul 12.00 – 20.00). Metode ini populer karena biasanya melibatkan puasa semalam, sehingga lebih mudah dilakukan.
Diet 5:2
Makan seperti biasa selama lima hari, lalu batasi asupan kalori hingga 500-600 kalori pada dua hari tidak berurutan. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam merencanakan makanan.
Jika Anda pemula, cobalah puasa yang lebih pendek (misalnya, 12 jam) dan tingkatkan durasinya secara perlahan. Cara ini membantu tubuh beradaptasi tanpa tekanan berlebih.
Alternate Day Fasting
Berpuasa setiap dua hari sekali dengan konsumsi kalori sangat rendah (sekitar 500 kalori) pada hari puasa. Metode ini lebih menantang tetapi dapat memberikan manfaat signifikan bagi beberapa orang.
Jika Anda pemula, cobalah puasa yang lebih pendek (misalnya, 12 jam) dan tingkatkan durasinya secara perlahan. Cara ini membantu tubuh beradaptasi tanpa tekanan berlebih.
Tips Selama Melakukan IF
Pilih Makanan Bernutrisi Tinggi
Saat jendela makan, utamakan makanan tinggi serat dan protein untuk membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Sertakan banyak sayuran, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan biji-bijian utuh.
Tetap Terhidrasi
Minum banyak air sepanjang hari, terutama selama periode puasa. Dehidrasi dapat meningkatkan rasa lapar, jadi pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi.
Rencanakan Menu Anda
Siapkan makanan sebelumnya agar Anda memiliki pilihan sehat selama jendela makan. Ini mencegah godaan untuk memilih makanan tidak sehat secara impulsif.
Dengarkan Tubuh Anda
Perhatikan sinyal rasa lapar dan sesuaikan pola makan jika diperlukan. Jika merasa sangat lapar saat puasa, evaluasi komposisi makanan Anda atau pertimbangkan apakah tubuh Anda belum terbiasa dengan pola ini.
Perhatikan Keamanan dan Keseimbangan
- Pantau Kesehatan Mental Anda: Perhatikan bagaimana puasa memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental Anda. Jika merasa stres atau cemas karena pembatasan makanan, pertimbangkan untuk mengevaluasi ulang metode yang digunakan.
Hindari Perfeksionisme: Ingat bahwa IF tidak menuntut kesempurnaan. Jika Anda sesekali melanggar jadwal puasa atau makan di luar waktu yang direncanakan, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Fokuslah untuk kembali ke pola yang sehat.
Konsultasikan dengan Ahli Kesehatan: Sebelum memulai IF, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan metode ini aman bagi Anda.
Sesuaikan dengan Kebutuhan Anda: Pahami bahwa IF bukan metode yang cocok untuk semua orang. Respons tubuh terhadap puasa bisa berbeda-beda. Jika suatu metode tidak cocok, cobalah menyesuaikan pola puasa yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.
save dan share ke temen yang mau turunin bb (ini CTA)

