
Benar! Semua ini terkait dengan gut-brain axis & gut microbiome.
Usus = “Otak Kedua”
Punya jaringan saraf sendiri
Terhubung ke otak lewat saraf vagus
Komunikasi ini dilakukan melalui neurotransmitter
Jalur komunikasi ini disebut gut-brain axis
Dalam usus ada triliunan bakteri (gut microbiome) yang berfungsi:
Membantu produksi neurotransmiter (zat kimia pengatur mood).
Mengontrol peradangan yang jika berlebihan dapat memicu depresi.
Mempengaruhi stres & kecemasan lewat sinyal ke otak.
Gut microbiome memproduksi
Mengatur mood, tidur, dan emosi.
Berperan dalam fokus, energi, dan rasa puas.
Mengurangi kecemasan & stres.
Makan sembarangan dapat menyebabkan dysbiosis (ketidakseimbangan mikrobioma usus), dampaknya bisa sangat luas, termasuk:
Produksi serotonin & dopamin turun → Mood buruk, sulit termotivasi.
Inflamasi otak meningkat → Memicu kecemasan & depresi.
Fluktuasi gula darah ekstrem → Gampang lelah, mudah marah.
Semua ini memiliki basis yang sudah banyak diteliti
Pasien depresi memiliki lebih sedikit bakteri baik
Makanan tinggi serat/fermentasi mengurangi risiko depresi
Makanan junk food dan tinggi gula meningkatkan risiko depresi
Oleh karena itu, perbaiki pola makanmu dengan:
Serat tinggi (sayuran, buah, biji-bijian)
→ Meningkatkan bakteri baik usus.
Makanan fermentasi (yogurt, kimchi, tempe)
→ Kaya probiotik untuk keseimbangan mikrobioma.
Asupan protein yang cukup
→ Mendukung produksi neurotransmiter (serotonin & dopamin).
Kurangi gula & makanan ultra-proses
→ Mencegah dopamine crash & inflamasi otak.
Minum cukup air & makan teratur
→ Menjaga keseimbangan gula darah & energi stabil.
Tips tambahan!
Kunyah makanan dengan baik!
Pencernaan dimulai di mulut, memengaruhi seberapa baik nutrisi diserap tubuh
Kombinasi prebiotik + probiotik
Meningkatkan efek positif ke otak lebih besar.
Suplementasi dengan Omega-3
Kesimpulan
Otak dan usus berkomunikasi melalui saraf vagus, jalur komunikasi ini disebut gut-brain axis.
Komunikasi melalui saraf vagus menggunakan neurotransmitter.
Neurotransmitter diproduksi oleh Gut microbiome.
Makan sembarangan dapat menyebabkan dysbiosis (ketidakseimbangan gut microbiome) yang mengganggu produksi neurotransmitter.
Mood terpengaruh karena ketidakseimbangan neurotransmitter, peningkatan inflamasi otak, dan fluktuasi gula darah.
Diet Bukan Satu-Satunya Faktor Depresi
Kalau mengalami depresi, kecemasan berlebihan, atau kehilangan motivasi, segera cari bantuan!
Jangan ragu cari bantuan profesional!
Save dan share ke temanmu yang makan tidak teratur!

